Home / Otomotif / Komponen Mobil Matic yang Cepat Rusak karena Macet
Ilustrasi macet. Foto: Autoevolution

Komponen Mobil Matic yang Cepat Rusak karena Macet

Jalan raya di kota-kota besar di Indonesia tidak jarang dalam kondisi macet, di hari biasa maupun libur. Kondisi ini juga sebenarnya yang semakin mendorong makin banyak populasi mobil bertransmisi otomatis (mobil matic) di jalan.

Konsumen di dalam kota, cenderung menghindari suasana melelahkan dan menjenuhkan ketika harus menghadapi macet. Tetapi, ternyata kondisi macet ini juga berpotensi membuat komponen kendaraan bisa mudah rusak, terutama pada mobil matic.

Dedy Ismanto, Product Manager, Bosch Automotive Aftermarket Indonesia mengatakan, dengan kondisi jalan seperti itu, bagian mobil matic pertama yang bisa cepat mengalami pergantian yaitu sistem pengereman. Pengendara cenderung malas menetralkan kendaraan, dan lebih memilih menginjak dan melepas rem.

“Ini terkait dengan perilaku berkendara yang malas. Daripada harus mentralkan transmisi, pengemudi malah tetap memposisikan transmisi di “D” dan memainkan rem saja untuk menjalankan dan memberhentikan kendaraan (stop and go). Semakin sering rem bekerja, maka performanya juga pasti cepat berkurang,” ujar Dedy di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Dedy melanjutkan, komponen penting kedua yang biasanya cepat diganti karena macet adalah baterai atau aki. Ini lantaran kendaran yang dalam kondisi macet, biasanya putaran mesin tidak tinggi, sehingga alternator tidak bekerja mengisi aki. Sementara listrik di dalam aki terus tersedot.

“Pada saat jalan macet, pengisian baterai aki itu cenderung tidak stabil. Ini karena sistem pengisian aki atau alternator hanya melakukan pengisian pada putaran mesin tertentu, biasanya di 1.800 rpm,” ujar Dedy.

“Ciri-ciri alternator aktif juga ditandai ketika extra fan mobil sudah bekerja. Jadi kalau baterainya saja yang hanya terpakai dan tidak ada pengisian listrik, tentu akan cepat tekor,” ucap Dedy.

Jadi sebaiknya untuk tidak secara teratur dan berkala melakukan pengecekan terhadap komponen inti tersebut. Sehingga tidak sewaktu-waktu rusak dan merugikan di jalan.

Sumber: Kompas.com